Selasa, 14 Februari 2017

Today

Petang kelabu menyelimuti hari ini.
Goresan yang dulu ada kini terbuka kembali.
Waktu seolah menatapku iba dan berkata "Seperti ini lagi? Kasihani dirimu, kau yang tak peduli biarkan dirimu disakiti. Rasakan lagi. Ku tak peduli".
Lalu aku tersenyum sinis pada diriku sendiri.

Ingin ku tertawakan kebodohanku tapi tak bisa.
Dinding kamar yang dulu tak ramah kini seolah menjadi temanku yang setia seolah berkata "Baringkan tubuhmu. Bersandar padaku. Hatimu itu terlalu lembut. Tak ingin lagi ku melihat air mata jatuh didekatku. Aku peduli tentangmu".
Lalu ku menangis terisak, memeluk hatiku yang rapuh ini.

Sejenak ku pejamkan mata berharap aku bisa pergi dari sini.
Meninggalkan semua tentang luka.
Perlahan kuhirup wangi hujan, sesak ku rasa.
Tak kurasa pipiku basah.
Lalu ku menengadah ke langit lewat jendela kamarku dan berkata: "Tuhanku, angkatlah perih ini. Ku biarkan dia pergi dengan lapang hati tetapi jangan biarkan aku pergi bersama luka ini lagi, sampai ku menutup mata dan bertemu denganMu suatu saat nanti.





created by Raudatul Assyfa