Kamis, 10 Oktober 2013

Tentang rasa ini

Apa yang harus aku lakukan?
Ketika aku tersenyum namun hatiku teriris perih
Kasih, kamu tau?
Berpura-pura tegar di hadapanmu adalah hal yang aku benci
Kini aku harus mencoba terus membohongi perasaan ini
Semakin ku terus menjauhi dirimu memutar balikkan isi hati
Akan selalu jatuh pada satu titik
Kamu.

Peluhku menahan rasa yang menjerat jantungku kini
Tak kuasa sungguh tubuhku, rasa ini melemahkan pikiranku
Hati dan pikiranku kacau balau melemparkan akal sehatku lagi
Rasa ini telah buta, hanya ada kamu dan kamu
Sungguh ingin rasa ini pergi
Aku benci dengan rasa ini, aku benci kamu
Mulutku yang meneriakkan benci namun rasa ku berkata "aku sayang kamu."
Tak kah bisa kali ini kamu mengerti?

Senyum yang menari indah di bibir hanya sandiwara panggungku
Ada sesuatu dibalik itu
Rembulan pun menangisi diriku yang begitu kuatnya menahan air mata
Dia pun berkata "Tak bisakah, kau lepaskan dirinya? Aku mengasihanimu."
Aku bisa, namun aku menyanganginya, kasih.
Aku benci bukan karena dia, namun karena aku tak bisa memilikinya.
Iya, aku ingin memiliki hatinya.
Rasa ini lah yang ingin hatinya, bukan diriku.
Belenggu membencimu, karna tak bisa memilki yang kini mencengkram nadiku

Kedipan dalam mataku membawaku mengingat tentang kisahmu
Sepersekian detik itu pula otakku berputar
Membawa terbang jauh rasa dan jiwa
Namun ketika dunia nyata menyadarkan diriku, disitu pula lah aku tersadar
Kini aku berpijak pada sisi benci dan sayangku yang tak jua pergi
Mencoba sekuat tenaga berdiri
Tersenyum sempurna, menutupi rasa
Yang sedang mengasihi diri tersiksa karena cinta

3 komentar:

  1. wuihhhhh kata-katanya bagus.
    belajar sama siapa nih? menye-menye ya? hahaha

    BalasHapus
  2. seriusan bray? ah bisa aja nih bu cintung..hahaha :*
    iyoiii kan gue mantan anaknya :p

    BalasHapus